
Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melalui Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong peningkatan prestasi mahasiswa melalui penyelenggaraan Workshop dan Pembekalan Bimbingan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2026. Kegiatan ini mengangkat tema “Pelatihan Penyusunan Proposal PKM Menuju Proposal Kompetitif dan Siap Didanai – From Ideas to Competitive Proposals” dan dihadiri oleh para dosen pembimbing (DosPem) PKM dari berbagai fakultas di lingkungan UMMAT.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 11 Februari 2026, bertempat di Aula FKIP UMMAT, mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai. Suasana kegiatan berlangsung khidmat, interaktif, dan penuh antusiasme dari para peserta yang mengikuti seluruh rangkaian materi dengan serius dan aktif.
Workshop ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas pendampingan PKM agar mampu menghasilkan proposal-proposal unggul yang siap bersaing di tingkat nasional. Kehadiran para dosen pembimbing menunjukkan komitmen kuat UMMAT dalam membangun ekosistem akademik yang produktif, kolaboratif, dan berorientasi pada prestasi.
Acara diawali dengan sambutan Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UMMAT, Drs. Amil, MM, yang menekankan bahwa keberhasilan PKM tidak hanya bergantung pada kreativitas mahasiswa, tetapi juga pada kualitas pendampingan yang diberikan oleh dosen pembimbing. Menurutnya, dosen memiliki peran sentral dalam mengarahkan ide mahasiswa agar selaras dengan panduan terbaru, memiliki unsur kebaruan (novelty), serta memenuhi standar penilaian nasional.
“PKM adalah ruang strategis untuk melatih daya kritis, kreativitas, dan inovasi. Agar ide-ide tersebut dapat terwujud dalam proposal yang kompetitif dan siap didanai, diperlukan pendampingan yang terstruktur dan berkelanjutan dari dosen pembimbing,” ungkapnya.
Sambutan sekaligus pembukaan resmi kegiatan dilakukan oleh Wakil Rektor III UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa PKM merupakan salah satu indikator penting dalam peningkatan reputasi perguruan tinggi. Ia berharap melalui workshop ini, para dosen pembimbing semakin siap mengawal proses penyusunan proposal PKM 2026 secara lebih sistematis, terarah, dan sesuai standar nasional.
“Target kita bukan hanya meningkatkan jumlah proposal, tetapi memastikan kualitasnya benar-benar unggul. Dengan pemahaman yang komprehensif terhadap panduan terbaru dan perspektif reviewer, saya optimis proposal PKM UMMAT akan semakin kompetitif dan mampu meraih pendanaan hingga melaju ke PIMNAS,” tegasnya sebelum secara resmi membuka kegiatan.


Workshop ini menghadirkan narasumber berkompeten yang membedah berbagai aspek penting dalam penyusunan proposal PKM.
Pada Materi 1, Strategi Menyusun Proposal PKM Sesuai Panduan Terbaru & Perspektif Reviewer, yang disampaikan oleh apt. Safwan, S. Farm., M.Sc., Ph.D., peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai sistematika proposal, strategi membaca sudut pandang reviewer, serta cara memperkuat urgensi dan kebaruan ide. Narasumber juga membagikan pengalaman dan evaluasi terhadap proposal-proposal sebelumnya sebagai bahan refleksi dan perbaikan.
Pada Materi 2, Perumusan Ide, Metodologi, dan Luaran PKM yang Kuat, Terukur, dan Realistis, yang disampaikan oleh apt. Cyntiya Rahmawati, S. Farm., M.KM., pembahasan difokuskan pada pentingnya konsistensi antara latar belakang, rumusan masalah, tujuan, metode, serta luaran yang ditargetkan. Ia menekankan bahwa proposal yang kuat adalah proposal yang logis, berbasis data, serta menawarkan solusi yang aplikatif dan berdampak nyata.
Sementara itu, pada Materi 3, Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) Secara Etis dan Efektif untuk Meningkatkan Kualitas Proposal, yang disampaikan oleh Dr. Syaharuddin, S.Pd., M.Si., peserta diberikan wawasan tentang pemanfaatan teknologi sebagai alat bantu akademik. AI dapat digunakan untuk mendukung pencarian referensi, penyusunan kerangka, hingga penyempurnaan bahasa, namun tetap harus mengedepankan etika akademik dan integritas ilmiah.
Kegiatan yang dimoderatori oleh Zaenafi Ariani, SE., ME. berlangsung dinamis dengan sesi diskusi yang aktif. Para dosen pembimbing saling berbagi pengalaman serta strategi dalam membimbing mahasiswa agar lebih siap menghadapi seleksi PKM 2026.
Melalui workshop ini, BKA UMMAT berharap terbangun komitmen dan sinergi yang semakin kuat dalam meningkatkan capaian PKM 2026. Dengan persiapan yang matang dan pendampingan yang optimal, diharapkan proposal-proposal PKM UMMAT mampu lolos pendanaan nasional dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta kemajuan institusi.
Dengan semangat “From Ideas to Competitive Proposals,” UMMAT optimis melangkah menuju capaian PKM 2026 yang lebih gemilang dan berprestasi di tingkat nasional.








