MATARAM — Kabar membanggakan kembali datang dari Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT). Mahasiswi Program Studi Hukum, Fakultas Hukum UMMAT, Mayzatul Husni, berhasil mengharumkan nama kampus dengan meraih dua medali pada cabang olahraga panjat tebing dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) XII Tahun 2026.
Mewakili Kabupaten Lombok Tengah, Mayzatul tampil gemilang dengan mempersembahkan medali emas pada kategori Boulder Tim Putri dan medali perak (Juara II) pada kategori Boulder Mix. Prestasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UMMAT tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu berprestasi pada bidang olahraga di tingkat provinsi.
Porprov NTB XII yang diselenggarakan pada 16–25 Juli 2026 merupakan ajang olahraga terbesar tingkat provinsi di Nusa Tenggara Barat yang mempertemukan atlet-atlet terbaik dari seluruh kabupaten dan kota. Selain menjadi wadah kompetisi, Porprov juga menjadi sarana pembinaan atlet daerah untuk menumbuhkan semangat sportivitas, kedisiplinan, kerja keras, serta memperkuat solidaritas antardaerah.
Keberhasilan Mayzatul dalam meraih dua medali tidak terlepas dari proses latihan yang konsisten, kerja keras, serta kemampuan menjaga keseimbangan antara aktivitas akademik dan pengembangan prestasi nonakademik. Capaian tersebut sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa UMMAT memiliki potensi besar untuk bersaing dan berkontribusi dalam berbagai bidang, baik di tingkat regional maupun nasional.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas prestasi yang diraih oleh Mayzatul Husni. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari dedikasi, disiplin, dan semangat juang yang patut diapresiasi.
“Saya mengucapkan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Mayzatul Husni yang telah berhasil meraih medali emas dan medali perak pada ajang Porprov NTB XII Tahun 2026. Prestasi ini merupakan kebanggaan bagi Universitas Muhammadiyah Mataram sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi sesuai dengan bidang dan minat yang dimiliki,” ungkapnya.
Dr. Erwin menambahkan bahwa UMMAT senantiasa memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan potensi mahasiswa, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. Menurutnya, prestasi mahasiswa merupakan salah satu indikator keberhasilan perguruan tinggi dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya generasi muda yang unggul dan berdaya saing.
“UMMAT berkomitmen untuk terus mendukung mahasiswa dalam mengembangkan potensi dan bakatnya. Kami percaya bahwa prestasi tidak hanya lahir dari ruang-ruang akademik, tetapi juga dari berbagai bidang lainnya, termasuk olahraga, seni, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa UMMAT untuk terus berkarya dan mengukir prestasi di tingkat yang lebih tinggi,” tambahnya.
Mayzatul Husni mengungkapkan rasa syukur atas capaian yang berhasil diraihnya pada ajang Porprov NTB XII Tahun 2026. Ia menyampaikan bahwa prestasi tersebut merupakan hasil dari kerja keras, dukungan keluarga, pelatih, rekan satu tim, serta doa dan dukungan dari lingkungan kampus.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dapat mempersembahkan hasil terbaik untuk Kabupaten Lombok Tengah dan membawa nama baik Universitas Muhammadiyah Mataram. Prestasi ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus berlatih, mengembangkan kemampuan, dan meraih prestasi yang lebih tinggi pada kompetisi berikutnya,” ujarnya.
Prestasi yang diraih Mayzatul Husni menjadi bukti bahwa mahasiswa UMMAT mampu mengoptimalkan potensi diri secara seimbang antara akademik dan nonakademik. Universitas Muhammadiyah Mataram terus mendorong mahasiswanya untuk aktif mengikuti berbagai kompetisi dan kegiatan pengembangan diri sebagai bagian dari upaya mencetak lulusan yang unggul, adaptif, berkarakter, dan berdaya saing global.
Capaian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika UMMAT untuk terus berkarya, berprestasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, daerah, dan bangsa.